You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Letmafo
Desa Letmafo

Kec. Insana Tengah, Kab. Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur

TKOENOK TEAM TEO LETE MAFON MA NUNHA MAFON ES PAHA USAN MA PAHA TNANAN LETMAFO

Dibalik Carnaval Budaya TTU, ada kisah prosesi penyerahan Tua Nakaf Insana kepada Pimpinan Daerah TTU oleh Peserta Karnaval Budaya Kecamatan Insana Tengah.

Admin Desa Letmafo 24 September 2026 Dibaca 84 Kali
Dibalik Carnaval Budaya TTU, ada kisah prosesi penyerahan Tua Nakaf Insana kepada Pimpinan Daerah TTU oleh Peserta Karnaval Budaya Kecamatan Insana Tengah.

Dibalik Carnaval Budaya TTU, ada kisah prosesi penyerahan "Tua Nakaf Insana" kepada Pimpinan
Daerah TTU oleh Peserta Karnaval Budaya Kecamatan Insana Tengah.

Di pelataran Kantor Bupati TTU (Ume Plenat) yang teduh oleh tiupan angin dataran Timor, suasana seketika hening. Seorang tetua adat Insana Tengah (Camat) beserta Naijuf & Feotnai melangkah maju dengan tubuh tegak berbalut kain tenun Buna (Bete-Tais) bermotif khas Insana yang di iringi tarian bidu oleh gadis gadis Taruna(Fanai).

Di kedua tangannya, ia memegang sebuah wadah bambu tradisional  sebuah botol berisi cairan bening berkilau. Itulah Tua Nakaf Insana, tetesan terbaik hasil jerih payah para penyadap lontar.

Ia melangkah mendekati sang Pimpinan yang duduk di tempat terhormat. Langkahnya perlahan, melambangkan rasa hormat yang mendalam. 
Di samping wadah bambu itu, tersaji pula Puah-Manus (sirih dan pinang) di atas wadah anyaman. 
Sebelum menyerahkan Tua Nakaf, sang Tetua Adat (Camat) mendaratkan tutur lisan berupa Natoni (puisi adat Suku Dawan). Dengan suara bariton yang bergetar penuh wibawa, ia menyampaikan pesan leluhur:

"Siom man hai tulu i usi... Ini adalah air kehidupan dari puncak pohon tertinggi, tetesan suci yang kami bawa dengan hati yang putih dan bersih.
Kami serahkan 'Tua Nakaf' ini ke hadapan Bapa/Pemimpin sebagai tanda bahwa jiwa, raga, dan tanah ini menyatu dalam penghormatan kepada kepemimpinanmu."

Dengan kedua telapak tangan terbuka yang menopang bagian bawah wadah—sebagai simbol ketulusan total tanpa ada yang disembunyikan—Tua Nakaf diulurkan ke depan. 
Sang Pimpinan kemudian menerima wadah tersebut dengan kedua belah tangannya.
Menerima Tua Nakaf berarti Sang Pimpinan secara resmi mengayomi, menerima aspirasi, dan memberkati masyarakat yang dipimpinnya.
Sesaat setelah diserahkan, cairan suci tersebut dituangkan ke dalam gelas kecil.
Sang Pimpinan meminumnya perlahan atau memercikkannya sedikit ke bumi sebagai penghormatan kepada Uis Neno(Tuhan) dan para leluhur (Aonit Ma Ataos). 

Begitu tegukan pertama diselesaikan, keheningan pecah oleh senyuman dan tepuk tangan. Penyerahan Tua Nakaf telah mengunci ikatan batin. 
Antara pimpinan dan rakyat, kini tidak ada lagi sekat; yang ada hanyalah harmoni, rasa saling menjaga, dan komitmen bersama untuk berjalan beriringan demi kemakmuran bumi BIINMAFO.

Terima Kasih banyak Wakil Bupati TTU Kamillus Elu SH yang sudah berkenan menerima Tua Nakaf Insana dari hasil jerih payah Masyarakat Kecamatan Insana Tengah.(*)

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image