You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Letmafo
Desa Letmafo

Kec. Insana Tengah, Kab. Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur

TKOENOK TEAM TEO LETE MAFON MA NUNHA MAFON ES PAHA USAN MA PAHA TNANAN LETMAFO

Keragaman Budaya TTU, Karang Taruna Desa Letmafo Tampil Dalam Karnaval Budaya HUT Kota Kefamenanu yang ke-104 Tahun.

Admin Desa Letmafo 22 September 2026 Dibaca 79 Kali
Keragaman Budaya TTU, Karang Taruna Desa Letmafo Tampil Dalam Karnaval Budaya HUT Kota Kefamenanu yang ke-104 Tahun.

Letmafo.desa.id- Keragaman Budaya TTU, Karang Taruna Desa Letmafo Tampil Dalam Karnaval Budaya HUT Kota Kefamenanu yang ke-104 Tahun, senin(21/09/26)

Memperingati HUT Kota Kefamenanu yang ke-104, Pemkab TTU menggelar sederet even menarik yang terangkum dalam Festival NUSANTARA. Salah satunya, festival karnaval Budaya. Dari masyarakat, Pelajar tingkat SD, SMP, SMA, Sekolah Tinggi, Universitas, Instansi terkait(Dinas,Kecamatan,Desa) tampil dengan warna-warni tradisi dan budaya nusantara.

Suasana meriah pun langsung tergelar saat ribuan manusia menampilkan beragam kesenian Nusantara. Berbagai macam seni budaya yang di tampilkan oleh para peserta karnaval. Ada yang membawakan tarian Nusantara, tarian kas TTU yaitu Bidu dan Gong, berbagai etnis, Seni Bela Diri, dan tarian khas Nusantara, serta berbagai drumband dari para pelajar. 
Festival Karnaval Budaya ini diikuti sebanyak 10.000 orang yang terbagi dalam 84 kontingen.

Karnaval yang dilepas dari depan Rumah Jabatan Bupati TTU menuju finish kantor Bupati TTU ini, diawali oleh penampilan menarik dari sanggar Sandalwod yang membawakan atraksi budaya Nusantara. Tarian ini menceritakan keberagaman budaya, adat dan tradisi masyarakat Indonesia diantaranya kebudayaan Nusantara.

Penampilan mereka, disusul barisan drumband, yang secara berturut-turut diikuti barisan di belakangnya. Ada barisan pembawa bendera merah putih dan identitas negara, lalu diikuti barisan masing-masing kontingen dengan kostum yang memvisualisasikan kebhinekaan suku dan adat di Bumi Pertiwi.

Tak ketinggalan juga, Karang Taruna Desa Letmafo menampilkan budaya Insana di antaranya Buna Insana Naijuf dan Feotnai yg sudah mendunia, Tarian kas Insana yaitu tarian Bidu, tarian gong serta hasil bumi tanah Insana yaitu Tua Nakaf Insana. 

Para penononton sepanjang jalan terhipnotis dengan penampilan Pemuda Taruna ini dengan balutan Buna Insana yang elegan, di tambah lagi dengan Putri Lontar yang memperagakan Tua Nakaf Insana sebagai minuman yang sudah dikenal dengan istilah BAKAR MENYALA.

Di sepanjang jalan tarian bidu dan tarian gong di tampilkan dengan sambil menyodorkan minuman tetes ke para penonton. 
Ketika sampai pada garis finish, salah satu Pemuda taruna menyampaikan seruan kepada Pemda TTU dalam bentuk puisi.

“Kami disini tidak mempromosikan Alkohol, kami hanya mempromosikan warisan leluhur kami. Dengarlah!
Ini bukan botol mabuk yang kau tuduh haram, 
Ini adalah Tua Nakaf Insana,
Tetes pertama dari langit Insana,
Sopi Kepala Bakar Menyala. 
Ia bukan dari pabrik,
Ia lahir dari rahim pohon lontar,
Dari laru yang menetes pelan,
Dari periuk tanah yang dibakar sumpah,
Dari bambu tua yang menyalurkan napas leluhur. Tanpa sirih, pinang dan setetes ini,
Adat kami lumpuh,
Belis tak sah, lamaran tak jadi, perdamaian tak bertemu.
Karena bagi kami orang Timor,
Sopi adalah Bahasa.
Satu sloki meredam amarah,
Satu botol mendamaikan dua kampung,
Satu tetes mempersatukan dua hati menjadi satu keluarga.
Satu botol punya seribu bahasa, untuk memanusiakan manusia.
Kau lihat alkohol,
Kami lihat sekolah.
Kau lihat botol,
Kami lihat toga.
Dari tetes inilah SPP dibayar,
Dari tetes inilah buku tulis dibeli,
Dari tetes inilah lahir para pelajar, guru, perawat, TNI, Polri, dokter, PNS, P3K dan pejabat, anak-anak penjual sopi. Maka hari ini kami, KAUM MUDA INSANA TENGAH, berdiri di sini bukan membawa minuman yang memabukkan,
Kami membawa jati diri, 
Kami membawa harga diri, 
Kami membawa warisan yang tak bisa kau saring dengan prasangka.
Ini bukan alkohol,
Ini adalah darah leluhur kami yang harus kami junjung tinggi “. 

Setelah menyampaikan seruan ini, Putri Lontar,  Naijuf dan Feotnai, di dampingi Camat Insana Tengah dan Ketua PKK Insana Tengah menyerahkan 2 botol Sopi kepada Wakil Bupati TTU dan Sekda TTU sebagai Simbol Penghormatan adat kepada pimpinan daerah,  dalam perayaan Karnaval budaya HUT Kota Kefamenanu yang ke-104 Tahun. (*)

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image